HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

MENGAPA WHATSAPP MENUNDA KEBIJAKANNYA?

By On Januari 28, 2021

 

Pengguna Whatsapp (WA), terutama para wanita, umumnya mengaku pasrah ketika harus mengikuti peraturan untuk berbagi data ke Facebook. Mengingat sudah keburu nyaman menggunakan WA. Kebayang ribetnya kalau harus memindahkan puluhan grup WA ke aplikasi baru.

Tapi tiba-tiba ada pengumuman kebijakan  ditunda. Mengapa?

Ditinggal jutaan pengguna

Ketika awal tahun 2021 Whatsapp mengumumkan secara resmi bahwa per 8 Februari 2021 semua pengguna Whatsapp harus bersedia datanya dibagi ke Facebook-- karena memang aplikasi chat ini milik Facebook-- reaksi pengguna pun beragam.

Whatsapp berbagi data ke Facebook. (Foto: Android police)
Ada yang seketika mencari aplikasi pengganti yang lebih mengutamakan privasi data pengguna. Pilihan juga ada beberapa, seperti Telegram, Signal, Discord juga Line. Akibatnya, jutaan pengguna WA berpindah ke lain aplikasi. Dan, pihak Whatsapp pun kelimpungan.

Meski pengguna WA sudah mencapai angka 1 milyar di seluruh dunia, namun tetap saja ada perasaan khawatir bila aplikasi ini akan ditinggal pengguna secara besar-besaran dalam waktu singkat.

Meski sebetulnya masih banyak pengguna WA yang setia, tidak beranjak ke aplikasi lain saat pengumuman dipublikasikan, namun siapa yang akan mengira di tengah jalan mereka akan rame-rame migrasi? 

Banyak pengguna bingung

Rupanya  pihak Whatsapp menangkap kebingungan pengguna. Meski sudah dijelaskan bahwa kebijakan itu tidak akan mengganggu privasi, tetap saja pengguna pesan singkat terbesar di dunia itu tidak percaya.

Kebijakan yang pihak Whatsapp sebut sebagai pembaruan itu,  hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan Whatsapp. Jadi, pengguna diminta tidak usah khawatir chat tidak akan bisa dibaca oleh siapa pun termasuk pihak Whatsapp juga Facebook.

Untuk lebih luas mensosialisasikan yang berkait privasi dan keamanan, seperti dikutip AFP, Whatsapp pun menunda penetapan pembaruannya tersebut, yang semula akan diberlakukan per 8 Februari 2021 ditunda hingga 15 Mei 2021.

Pengguna Whatsapp banyak yg  bingung dng kebijakan tsb, hingga ditunda pemberlakuannya. (Foto: Pexel)
Whatsapp berjanji tidak akan mengintip apalagi menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon setiap orang. Menurut pihak Whatsapp dan Facebook, mereka tidak dapat melihat lokasi yang pengguna bagikan.

Jadi intinya, pihak Whatsaap ingin menenangkan ‘guncangan’ yang dialami para pengguna aplikasi chatting itu dulu, baru mereka berlakukan pembaruannya.

Namun, apakah itu menjamin pengguna akan tetap bertahan di Whatsapp atau malah pelan-pelan pada pindah ke lain aplikasi? Kita lihat saja nanti.*** LK


Foto ilustrasi utama: Pinterest

#kebijakanwhatsapp

#penetapanankebijakanWA

#penundaankebijakanWA

#whatsapp

#facebook

KUCING BERPANGKAT CHIEF DI INGGRIS

By On Januari 25, 2021

 

Kucing biasanya ‘hanya’ sebagai binatang kesayangan di rumah. Namun Larry kucing istimewa. Ia bekerja di sebuah rumah yang dikenal di seluruh dunia, di Downing Street no.10, London, Inggris.

Ya si kucing Larry bekerja di rumah dinas Perdana Menteri Inggris. Hebatnya, walau Perdana Menterinya berganti, Larry tidak digeser. Ia tetap bekerja, karena yang mempekerjakannya bukan sang Perdana Menteri tapi Pemerintah Britania Raya.

Apa pekerjaan Larry, apa jabatannya dan berapa gajinya?

Chief Mouser to the Cabinet Office

Kalau sedang berkumpul dengan teman-teman sesama kucing, Larry boleh jadi bersikap sombong. Karena, ia mungkin satu-satunya kucing di dunia yang memiliki jabatan tinggi, yakni sebagai Chief Mouser to the Cabinet Office (kepala pemburu tikus kantor kabinet).

Lahir pada Januari 2007, Larry yang berwarna coklat dan putih ini sudah berkerja sejak tahun 2011.

Meski Perdana Menteri sudah berganti, ia tidak pernah digeser atau diganti dengan kucing lain. Larry sudah bekerja untuk 3 Perdana Menteri, yakni David Cameron, Theresa May dan Perdana Menteri saat ini, Boris Johnson.  

Walau mengantuk Larry tetap semangat bekerja. (Foto:Twitter)
Tidak terhitung berapa banyak Kepala Negara yang sudah ia temui, namun tampaknya Larry terlalu fokus pada tugasnya. Sehingga ia tidak pernah tertarik untuk berselfie ria dengan para Kepala Negara yang datang ke ‘kantor’ nya.

Malah para kepala negara itu yang gemas dan ingin berfoto dengan Larry, salah satunya Presiden Barack Obama.

Tugas Larry

Menurut website 10 Downing Street, Larry terpilih bukan tanpa alasan. Berawal ketika bulan Februari 2011, Perdana Menteri David Cameron akan mengadopsi kucing untuk ‘dipekerjakan’ di rumah jabatannya. Petugas di Battersea Dogs and Cats Home merekomendasikan si kucing tabby (kucing domestik yang memiliki pola bulu belang atau  garis-garis seperti harimau) bernama  Larry.

Larry banyak bertemu pemimpin dunia, salah satunya yang ingin mengelusnya Presiden Barack Obama. (Foto: dailymail.co.uk)
Larry dianggap memenuhi syarat, karena ia akrab dengan manusia, penampilannya mencolok dan memiliki rasa percaya diri yang alami.

Dan Perdana Menteri Cameron setuju. Larry langsung diboyong ke kantornya dan tugas pun sudah menanti.

Selain menangkap tikus, Larry menghabiskan waktunya dengan menyambut para tamu kehormatan yang datang berkunjung, menginspeksi petugas keamanan dan... mencoba semua furniture antik yang ada di dalam rumah itu: mana yang paling nyaman untuk tidur siang!

Orang banyak bertanya, apakah Larry mendapat gaji dari tugasnya itu? Kalau kucing sebelum Larry mendapat gaji sebesar 100 poundsterling (sekitar Rp. 1,9 juta)  per tahun yang diambil dari anggaran kabinet.

Namun saat pemerintahan Cameron memperketat pengeluaran anggaran kabinet, bisa jadi gaji Larry tidak sebanyak itu. Namun, ia tidak perlu khawatir, gajinya tetap akan dibayar, diambil dari biaya staf Perdana Menteri Inggris.

Sangat dimanjakan  

Meski tugasnya cukup berat, Larry tetaplah seekor kucing yang suka dimanja. Para staf di kantor Perdana Menteri Inggris sangat memanjakan Larry. Mereka bergantian menghadiahi Larry camilan kucing.

Larry begitu dimanja sampai bebas naik ke meja kerja PM Boris Johnson. (Foto: The Guardian)
Dan Larry juga mendapat perlakukan khusus. Kapan pun ia mau bisa keluar masuk kantor pejabat pemerintah tertinggi di Inggris itu. Ketika dia mau ke luar atau masuk rumah, petugas keamanan dengan bergegas akan membantu membukan pintu untuk Larry, tentu dengan sikap yang penuh hormat.

Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya, bukan berarti Larry tidak pernah gagal dalam tugasnya. Suatu hari ia ketahuan gagal menangkap tikus (seorang wartawan kebetulan melihat dan memfotonya). Esoknya, foto dan berita kegagalan Larry langsung terpampang besar di koran setempat.

Petugas keamanan siap setiap saat membukakan pintu untuk Larry (Foto: Chicago Tribune)
Namun lewat akun twitternya, Larry ‘membantah’ berita itu. Ia bukan gagal tapi tikus kecil yang sudah berhasil ia tangkap terlepas dari genggamannya.

Mungkin, lain kali Larry harus lebih hati-hati dan lebih fokus dalam bekerja ya, supaya berita kegagalannya tak jadi viral. Dan, yang lebih penting, Larry tidak kehilangan pekerjaan.*** MH


Foto utama:Instagram/larrythecatnumber10

#larrythecat

#larrythecatdowningstreet

#larrykucingkantorpm

#larrykucingperdanamenteri


Cuci Mata Suasana Asian Games 2018 di GBK

By On September 01, 2018

Hari Minggu ini Asian Games 2018 akan berakhir. Sudah sempat nonton pertandingan  secara langsung di Gelora Bung Karno? Kalau selama ini baru aktif mendukung tim Indonesia melalui layar TV di rumah, mungkin akhir pekan ini bisa mengajak keluarga  nonton suasana seru Asian Games di GBK, karena  amat sayang bila dilewatkan begitu saja..

Memang sih kalau mau nonton langsung Closing Ceremony rasanya perlu 'perjuangan' khusus, selain jumlah tiket terbatas, hanya untuk sekitar 58 ribu penonton, sementara peminatnya berjibun, juga tidak dijual langsung, semua dijual online, sehingga siapa cepat dia dapat..
Nobar di area GBK. Seru!
Meski begitu bukan berarti tidak mungkin untuk menikmati detik-detik terakhir negeri kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tetap bisa kok menikmati suasana, kemeriahan dan nuansa Asian Games sekeluarga bila sampai tidak  beruntung mendapat tiket Closing Ceremony.

Untuk yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya,kalau sampai tidak sempat mengajak keluarga ke GBK kemungkinan bakal menyesal,  karena belum tentu dalam bilangan puluhan tahun ke depan Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Asian Games.

Nonton dengan Tiket festival
Panitia penyelenggara Asian Games 2018 sudah mengantisipasi untuk masyarakat yang ingin menikmati suasana Asian Games. Disediakan tiket festival, yakni tiket untuk mereka yang ingin masuk ke  ke GBK tanpa menonton pertandingan.
Siap-siap serba antre. Tapi tertib kok...
Tiket bisa dibeli di pintu 2 hingga pintu 5 GBK. Kalau lihat antrean calon pembeli tiket cukup panjang, jangan putus asa dulu. Karena pelayanan penjualan cepat sehingga walau yang antre panjang, tidak akan sampai mengambil waktu lama. 
Dengan membeli tiket Rp.10 ribu/orang, bisa masuk ke arena GBK dan berkeliling menikmati suasana pesta olah raga terbesar Asia.

Juga bisa nobar di sana, karena disediakan layar super duper lebar di GBK dengan arena duduk yang cukup luas dan nyaman. Saat pertandingan bulu tangkis berlangsung, nobar di arena ini sangat mengasyikkan, teriakan dan support penonton untuk atlet Indonesia sangat meriah dan kompak. Apalagi saat Jonatan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting berlaga. Suasana nobar di dalam stadion bulutangkis dan di luar sama rame dan serunya.

Menonton closing ceremony nobar di arena GBK, rasanya bakal dahsyat juga!

Selain nobar, bisa juga menikmati beragam kuliner yang dijajakan di arena GBK. Atau, sebagai kenang-kenangan bisa membeli  boneka maskot Asian Games 2018: Bhin bhin, Kaka dan Atung. Kalau tidak sabar untuk mengantre membeli maskot Asian Games bisa berfoto dengan mereka di lokasi yang disediakan.

Nyaman jalan di trotoar lebar
Menjelang penyelenggaraan Asian Games Jakarta berdandan maksimal. Terutama di area GBK. Trotoar yang tadinya sempit dan berlubang sudah diperlebar dan dipoles cantik plus mulus. Sehingga tidak hanya indah dipandang, juga nyaman  serta aman untuk dilewati. Menikmati suasana seru Asian Games dengan berkeliling di luar area GBK banyak dilakukan keluarga-keluarga. Bahkan tidak sedikit yang membawa sepeda sehingga bisa berkeliling dengan lebih leluasa..
Trotoar luas, nyaman dan aman
Di sore hari hingga malam tiba, amat nyaman berjalan-jalan di GBK bersama keluarga. Trotoar yang lebar dan rapi serta lampu jalan yang terang beanderang membuat acara jalan pun menjadi tidak terasa melelahkan. Bila haus atau lapar bisa masuk ke area GBK dan menikmati kuliner yang tersedia.
Makin malam nuansa pesta Asian Games makin terasa
Namun, sebelum berangkat ke GBK untuk menikmati suasana Closing Ceremony Asian Games 2018 harus siap mental bahwa semuanya harus antre. Membeli tiket festival, membeli makanan, minuman hingga membeli boneka maskot. Tak usah khawatir akan berdesakan, karena masyarakat yang masuk GBK tampaknya sudah sangat sadar budaya antre. Mereka antre dengan tertib dan sabar meskipun antreannya panjang. Juga jangan lupa sedikan e-money atau debet card sebagai alat bayar, karena hanya sedikit konter yang menerima uang cash.

Mumpung suasana Asian Games belum berlalu  ayo nikmati, sebuah kenang-kenangan yang mungkin akan diingat anak-anak Anda sepanjang masa. 

MH
Foto: RSP, MH dan Istimewa

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *