HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

 DIAKAH KARTINI DI MASANYA?

By On April 21, 2026

Wanita bungsu dari 8 bersaudara itu berangkat merantau dari kampung halamannya, sebuah desa yang asri di lereng gunung Marapi, Sumatra Barat, menuju Yogyakarta.

Di Kota Pelajar itu dia mengambil pendidikan Bidan di sebuah rumah sakit swasta kenamaan di Yogyakarta. Setelah selesai pendidikan, dia berencana mengembangkan kariernya di Jakarta. Maka dia pun melamar kerja di Rumah Sakit Umum Pusat di Jakarta, yang kini kita kenal sebagai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Lamarannya diterima. Dan ia pun sudah bersiap-siap untuk pindah ke Jakarta. Kebetulan, ada kakak kandungnya yang tinggal di Jakarta, sehingga ia tidak perlu mencari tempat tinggal selama ia bekerja di Jakarta nantinya.

Namun jalan hidupnya berbelok, ketika seorang dokter senior, mantan gurunya di Sekolah Bidan, menawarkan untuk bekerja di Lampung. Menurut gurunya itu, Lampung masih membutuhkan banyak tenaga bidan. Jadi dia bisa mengabdi di daerah yang benar-benar membutuhkan tenaga medis. 

Kala itu, sekitar tahun 50-an, daerah Lampung masih belum seramai sekarang. Masih banyak hutan, dan untuk menuju ke daerah yang jauh dari ibukota provinsi, harus melewati jalan yang masih dipenuhi monyet-monyet bersantai di tengah jalan.

Tergerak hati wanita itu untuk mengabdikan diri di daerah yang masih membutuhkan banyak tenaga medis profesional. Ia pun menyingkirkan keinginannya untuk berkarier di kota besar, dan memilih mengabdi di kota kecil di daerah Lampung. 

Wanita yang fasih berbahasa Belanda, hobi nonton film dan membaca novel-novel berbahasa Belanda itu, dengan iklas menjadi Bidan di sebuah kota keci di pesisir selatan Lampung,  bernama Kota Agung. Tugasnya tidak hanya di dalam kota tapi juga ke kampung-kampung sekitarnya. Sebagian besar harus ditempuh mengggunakan sampan, karena harus melewati sungai besar. 

Pernah suatu kali setelah menyeberangi sungat yang deras, ia bertanya kepada Bapak pendayung sampan, “Di sungai ini ada buayanya, Pak?” spontan Bapak itu menjawab, “Untung Ibu tidak tanya saat masih di tengah sungai tadi, pamali. Karena buayanya bisa datang mendekati sampan kita.” 

Selain aktif  membantu ibu-ibu hamil atau ibu-ibu yang akan melahirkan, wanita itu juga aktif memberi edukasi kepada para wanita dewasa yang akan menikah. Dia selalu mengingatkan: “Sebagai istri nantinya, Anda harus memiliki penghasilan sendiri, berapa pun jumlahnya. Kalau tidak, untuk membeli satu buah peniti pun Anda harus minta ke suami. Belum tentu diberi, bisa jadi malah dimarahi.  Jadi wanita itu perlu mandiri secara ekonomi.“ Begitu selalu pesannya.

Dia kemudian mendapat tugas ke rumah sakit yang lebih besar di kota Pringsewu, Lampung. Dan ketika pemerintah RI menggalakkan program KB (Keluarga Berencana), wanita itu mengisi waktu luangnya, sepulang dari bekerja di RS,  memberikan penyuluhan dari rumah ke rumah kepada para ibu muda yang sudah memiliki dua atau tiga orang anak, untuk mengikuti KB. Ia menyarankan kepada para ibu itu, agar jangan membiarkan diri terus hamil dan  melahirkan. Apalagi kalau kondisi ekonomi tidak memadai.  Sehingga anak tidak terurus, rumah tangga tidak terurus dan diri sendiri juga tidak terurus.   

Menurutnya, ibu-ibu itu juga berhak untuk mengurus diri sendiri, tidak hanya melulu mengurus anak dan suami. “Wanita juga perlu memelihara dirinya agar tetap fit dan cantik.” 

Ketika wanita itu berpulang ke Sang Pencipta dalam usia 80-an, begitu banyak orang yang merasa kehilangan. Karena ia dikenal sebagai bidan yang ringan tangan membantu secara iklas pasien yang tidak mampu, membantu pendidikan anak-anak kurang mampu dengan memberi beasiswa tanpa ikatan apa pun. Banyak anak-anak yang berdagang makanan sepulang sekolah, kalau menjajakan dagangan di depan rumah ibu bidan itu, selalu diborong dagangannya. Tujuannya, agar anak itu bisa segera pulang, bermain dengan teman-temannya dan belajar. 

Meski namanya hanya dikenal di daerah tempat tinggalnya, di daerah di mana bakti dan jiwa sosialnya ia curahkan untuk masyarakat sekitarnya, namun rasanya dia tepat bila disebut sebagai Kartini di masanya. Nilai-nilai yang dia anut selaras dengan cita-cita Kartini: memberdayakan wanita Indonesia! 

Dia memang patut dikenang, setidaknya oleh saya, salah satu anaknya. 

Selamat Hari Kartini wanita-wanita hebat Indonesia.***MH

Foto ilustrasi: Pinterest

#harikartini

#kartinidimasanya

#memberdayakanwanita

#wanitaindonesia

#wanita

#ibukartini

RUJAK SERUT MENYEGARKAN SAAT CUACA PANAS

By On April 01, 2026

 

Saat cuaca sedang panas dan ingin makan camilan yang menyegarkan, Rujak Serut bisa jadi pilihan.

Bahannya sederhana saja: cukup satu macam buah, misalnya mangga ditambah dengan bumbu rujak yang medok, pedas manis. Ditanggung cuaca panas di luar rumah bukan lagi jadi masalah.


RUJAK SERUT MANGGA

Bahan:

Mangga yang masih setengah matang 1 buah ukuran sedang. 

Bumbu:

Cabe rawit hijau 5 buah

Terasi ¼ sendok teh

Gula merah 2 butir ukuran kecil

Kacang tanah goreng 1 sdm 

Garam secukupnya

Air asam jawa 1 sdm 

Cara Membuat:

Kupas dan cuci buah mangga. Lalu serut dengan alat serut sampai semua daging mangga habis.

Haluskan cabe, terasi, garam sampai halus. Lalu tambahkan kacang tanah, giling sebentar, tidak perlu sampai kacangnya halus. Tambahkan gula merah, giling sebentar. Baru kemudian tambahkan air asam jawa. Giling hingga semua bumbu tercampur.  

Campurkan bumbu rujak dengan mangga yang sudah diserut. Aduk rata. Tempatkan di wadah yang kedap udara, lalu masukkan ke dalam kulkas. Jika sudah terasa dingin, siap dinikmati.

Foto: MWDC

#rujakserutmangga

#rujakserut

#rujak

#mangga

#serut


 MEMAAFKAN MENYEHATKAN MENTAL

By On Maret 20, 2026

Hari Raya tiba. Saatnya bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Bersyukur umat Islam memiliki momen khusus untuk saling memaafkan. Karena memafkan ternyata sangat bermanfaat, tidak hanya demi nyamannya pergaulan sosial, tapi lebih penting lagi, bagi kesehatan mental kita.

Dan mamaafkan ternyata juga sangat bagus untuk kesehatan fisik kita.

Mengurasi stres

Saat kita memberi maaf kepada seseorang, saat itu juga kita melepas rasa marah, kecewa dan dendam yang mungkin sudah tersimpan sekian lama. Dengan melepaskan semua rasa yang tidak nyaman di batin itu, mengurangi beban emosional kita dan itu sangat mengurangi stres bahkan depresi, yang  mungkin tidak kita sadari.

Memberi rasa bahagia

Ketika kata maaf terucap di bibir kita, maka seketika kita merasa nyaman. Membuat pikiran lebih lapang dan positif dan rasa bahagia pun mengalir dalam jiwa kita.

Menenangkan   

Meminta maaf mungkin berat, tapi lebih berat lagi memberi maaf. Itulah sebabnya level manfaat dari memaafkan lebih tinggi dari meminta maaf. Karena saat kita memberi maaf secara tulus, kepada seseorang yang selama ini sudah membuat kita kecewa, marah dan sedih, otomatis kita sudah bisa mengontrol emosi dengan baik. Dan rasa marah yang selama ini terpendam, sudah reda dan hilang berganti dengan rasa tenang di batin.

Menyehatkan jantung

Saat kita memaafkan, ternyata otomatis menurunkan tekanan darah dan tubuh menjadi lebih rileks. Dan kondisi ini sangat baik untuk kesehatan jantung kita.

Mengusir insomnia

Bila selama ini Anda merasa sulit tidur atau insomnia, coba ingat-ingat mungkin ada rasa marah atau kesal yang mengganjal di batin Anda. Mungkin ada kenalan, keluarga bahkan pasangan Anda yang perlu Anda maafkan kesalahannya. Mumpung ada momen Lebaran ini, manfaatkan untuk memberi maaf dan mengiklaskan apa yang sudah pernah terjadi.

Besar pahalanya  

Selain sederet manfaat untuk jiwa dan raga kita, memaafkan dalam Islam juga besar pahalanya. Karena memafkan adalah ciri orang yang bertakwa, yang mendatangkan ampunan dari Allah SWT, sekaligus juga memberi ketenangan jiwa kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. MH

Ilustrasi: Pinterest

#momenlebaran
#salingmemaafkan
#manfaatmemaafkan
#maaf

 MEMANFAATKAN WAKTU LUANG SAAT RAMADAN

By On Februari 16, 2026

Bulan penuh berkah, Ramadan 1447 H telah hadir. Setiap Ramadan, tentu ada perubahan jadwal kegiatan. Yang pasti, bagi wanita bekerja, tidak ada acara makan siang di kantor. Sedangkan ibu rumah tangga, menunda waktu memasaknya menjadi lebih sore.

Ketika ada waktu luang di siang hari selama Ramadan, setelah usai membaca Al Quran sekaligus terjemahannya,  adakah rencana kegiatan yang sudah Anda siapkan? Bila belum ada, berikut ada beberapa ide kegiatan yang mungkin bisa Anda coba jalankan, sehingga waktu menunggu berbuka puasa terisi dengan hal positif dan produktif.

Membaca buku spiritual

Mengisi waktu luang dengan membaca buku adalah pilihan yang paling tepat. Bisa berupa buku yang ada secara fisik maupun buku elektronik atau e-book.

Banyak pilihan buku, yang bisa Anda siapkan menjelang Ramadan tiba. Meliputi genre spiritual, tafsir, dan pengembangan diri untuk meningkatkan keimanan.

Salah satu buku yang sangat dianjurkan adalah Buku Kisah Nabi Muhammad SAW, yang menceritakan sirah nabbawiyah dari kelahiran hingga wafat. Sungguh sangat bermanfaat dan sangat menarik memahami kisah hidup Rasulullah.  

Menyeleksi isi lemari

Bisa dipastikan Anda memiliki beberapa lemari di rumah. Mulai dari lemari pakaian, lemari buku, lemari makan, dan lemari es atau kulkas.

Mumpung ada waktu luang di siang hari, daripada mengantuk, manfaatkan untuk menyeleksi isi lemari-lemari tersebut.

Di lemari pakaian, mungkin ada beberapa potong busana yang sudah jarang Anda kenakan. Kondisinya masih layak pakai. Sisihkan dan bila memungkinkan, berikan kepada yang menurut Anda tepat untuk menerimanya. 

Begitu juga lemari buku. Mungkin ada koleksi buku Anda yang sudah saatnya disingkirkan. Boleh jadi masih bermanfaat untuk orang lain. Bisa juga didonasikan untuk perpustakaan umum di dekat tempat tinggal Anda. 

Sementara lemari es atau kulkas, mungkin tanpa Anda sadari masih menyimpan makanan yang sudah kadaluarsa, sehingga harus segera dibuang.  

Mencoba resep makanan

Menyiapkan menu berbuka dan sahur untuk satu bulan penuh, adalah pe-er yang lumayan menyita pikiran untuk ibu rumah tangga. Berita baiknya, kini dengan mudah kita bisa mendapatkan resep makanan, mulai dari yang sederhana, simple hingga yang setara dengan hidangan di restoran. 

Kumpulkan resep makanan, untuk berbuka dan sahur yang sesuai dengan selera keluarga Anda. Atau resep kue untuk Lebaran. Lalu berbelanja bahannya sesuai kebutuhan. Satu persatu bisa dicoba, sehingga hidangan di atas meja makan sepanjang Ramadan menjadi lebih bervariasi.

Dan mencoba resep kue Lebaran dari awal Ramadan, juga sangat menyenangkan. Karena selain bisa dicicipi hasilnya untuk berbuka, juga bisa lebih awal menyiapkan bahan-bahannya, sehingga tidak repot lagi saat Lebaran menjelang.  

Dengan melihat pilihan kegiatan saat Ramadan di atas, boleh jadi timbul ide-ide kreatif lain di benak Anda. Sehingga Ramadan kali ini waktu luang  Anda tak lagi terbuang,  tapi terisi dengan kegiatan-kegiatan lain yang menyenangkan. Selamat menyambut Ramadan & Selamat menjalankan ibadah puasa bersama keluarga tercinta.***MH

Foto ilustrasi: Pinterest

#menyambut Ramadan

#kegiatan Ramadan

#waktu luang saat Ramadan

#Puasa Ramadan

#Ramadan

#Puasa


ACAR PENAMBAH SELERA MAKAN

By On Januari 11, 2026

Acar timun nyaris selalu ada di meja warung yang menjual sop atau soto.

Menikmati sop betawi atau sop kaki kambing dengan taburan acar di atasnya auto mengangkat kelezatan hidangan.

Nasi goreng disantap dengan acar pun bisa jadi pilihan cerdas.

Ingin punya acar di atas meja & siap disantap kapan saja? Yuk coba bikin sendiri.
Caranya mudah & ditanggung hasilnya nggak kalah sedap dengan yang di warung sop.


ACAR TIMUN WORTEL

Bahan:

Timun ukuran sedang 1 buah
Wortel ukuran sedang 1 buah
Bawang merah 5 butir
Cabe rawit hijau 10 butir

Bumbu:
Cuka masak 1 sdm
Gula pasir 1 sdm
Garam 1/2 sdt
Air hangat 50 ml

Cara membuat:
Cuci bersih ketimun potong kecil bentuk dadu. Cuci lalu kupas kulit wortel, potong kecil bentuk dadu.
Kupas kulit bawang merah, cuci & potong kecil2.
Cuci cabe rawit buang tangkainya.

Taruh semua bahan dalam wadah yang ada tutupnya. Tambahkan air, garam, cuka & gula. Aduk rata. Tutup. Masukkan ke dalam kulkas sekitar 1 jam.

Siap dinikmati bersama nasi goreng, telur dadar atau sekadar hanya dengan nasi hangat. Nikmat.
Selamat mencoba. *

Foto: MWDC

#acartimunwortel
#acartimun
#acar
#timun
#wortel

NYAMANNYA BERAKHIR PEKAN DI JALAN

By On Januari 10, 2026

Akhir pekan adalah momen berharga untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.

Sudah punya rencana apa akhir pekan ini? 

Kalau belum ada agenda, gimana kalau menghabiskannya di jalan saja. Jalan santai tanpa takut disenggol kendaraan, sambil menikmati udara segar, menyaksikan ragam acara musik atau seni dan ditutup dengan kulineran.

Senangnya bisa olah raga bareng keluarga

Beragam buah potong bisa dipilih di area CFD

Ternyata penjual empek2 pun ada

Buah segar menggoda sekali

Hotel berbintang pun buka stand di area CFD

Menikmati udara pagi yang segar di tengah kota Jakarta

Yuk jalan ke  CFD (Car Free Day). Jika awalnya CFD hanya ada di Jakarta, kini ada hampir di setiap kota.  

Siapkan outfit nyaman & sekadar uang jajan, dijamin akhir pekan Anda & keluarga menyenangkan.***MH

Foto2: MH

#CFDsudirmanthamrin

#CFDjakarta

#jalansantai

#akhirpekan

#nyaman

#keluarga

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *