HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

EMAK-EMAK VLOGGER

By On July 11, 2020

Youtube saat ini sudah menjadi hiburan utama masyarakat dunia dan tentu saja Indonesia. Dan hebatnya, banyak emak-emak yang sekarang memilih karier menjadi vlogger.

Disela waktunya yang sibuk mengurus rumah tangga, mereka membuat video  yang awalnya hanya merekam kegiatan keseharian, namum kemudian berkembang menjadi profesi. Dikerjakan secara serius, upload secara reguler dan akhirnya mengisi pundi-pundi dengan materi yang lumayan.

Mayoritas emak-emak vlogger yang sukses mendulang penonton adalah mereka yang menikah dengan orang asing dan tinggal di luar negeri.

Bule jadi Jualan



Menikah dengan orang asing atau bule memang masih jadi impian banyak wanita Indonesia. Tentu denga berbagai pertimbangan yang secara umum sudah kita ketahui bersama.
Nah, saat mereka membuat vlog kata-kata yang mengandung unsur luar negeri pasti menjadi 'jualan' utama mereka. Misalnya, judul vlog yang menggunakan kata bule:

Ala Bule
Setengah Bule

Juga konten yang selalu menggunakan kata Bule sebagai judul. Seperti Anak Bule Makan Nasi Uduk,
Suami Bule Belajar Bahasa, Belanja dengan Mertua Bule.

Bisa Beli Rumah dari Youtube
Yang menarik, para ibu-ibu rumah tangga yang rajin ngevlog tersebut berlomba-lomba untuk menambah subscriber. Bahkan ada yang bisa mencapai lebih dari satu juta subscriber! Tidak heran bila ada seorang wanita Indonesia yang mengaku bisa beli rumah di Jerman dari hasil ngevlog.

Beragam ide kreatif mereka kerahkan. Mulai dari menceritakan masa lalu yang kelam, dimanjakan suami, memperlihatkan suami bule yang super romantis, ngeprank suami hingga bagaimana cara  bisa beli rumah dari hasil ngevlog.
Tentu saja itu semua itu membuat penonton tergiur sehinga mereka menjadi penonton setia. Selalu menunggu tayangan apa lagi yang baru dari vlogger peujaan mereka. Apalagi di saat masa pandemi yang membuat banyak waktu para ibu atau wanita berada di rumah. Menonton sesuatu yang mereka sangat dambakan tentu jadi hiburan yang menyenangkan. (MH)

Foto: Youtube

SALAD SEKEJAP

By On July 10, 2020



Bahan:

Jagung pipilan,  buncis & wortel potong kecil2 (bs beli yg frozen) 200 grm
Mayones 1 shaset
Sedikit garam
Air utk merebus sayur

Cara membuat:

Didihkan air, masukkan sayuran sekaligus, beri garam.Masak sktr 2 mnt, angkat.Tiriskan.
Taruh sayuran di piring, beri mayones atasnya.Siap disantap.

TAHU GEJROT

By On July 10, 2020





Bahan: 


Tahu Sumedang yg sdh digoreng 5 buah

Bumbu 1:


Bawang merah 1 siung, geprek
Bawang putih 2 siung, geprek
Air asam jawa 1 sdm
Gula merah 2 sdm
Air 250 ml

Bumbu 2:


Cabe rawit hijau 5 buah
Bawang putih 2 siung
Bawang merah 2 siung
Garam secukupnya

Cara membuat:


Tahu sumedang dicuci dng air panas, sisihkan.
Campurkan bumbu 1 lalu masak sp mendidih.Saring. Sisihkan.
Giling kasar bumbu 2.

Cara menghidangkan:


Masing2 tahu dipotong menjadi 4 bagian.Susun di mangkuk.Lalu beri bumbu 2 di atasnya. Siram dengan bumbu 1.Siap disantap.

Cuci Mata Suasana Asian Games 2018 di GBK

By On August 31, 2018

Hari Minggu ini Asian Games 2018 akan berakhir. Sudah sempat nonton pertandingan  secara langsung di Gelora Bung Karno? Kalau selama ini baru aktif mendukung tim Indonesia melalui layar TV di rumah, mungkin akhir pekan ini bisa mengajak keluarga  nonton suasana seru Asian Games di GBK, karena  amat sayang bila dilewatkan begitu saja..

Memang sih kalau mau nonton langsung Closing Ceremony rasanya perlu 'perjuangan' khusus, selain jumlah tiket terbatas, hanya untuk sekitar 58 ribu penonton, sementara peminatnya berjibun, juga tidak dijual langsung, semua dijual online, sehingga siapa cepat dia dapat..
Nobar di area GBK. Seru!
Meski begitu bukan berarti tidak mungkin untuk menikmati detik-detik terakhir negeri kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tetap bisa kok menikmati suasana, kemeriahan dan nuansa Asian Games sekeluarga bila sampai tidak  beruntung mendapat tiket Closing Ceremony.

Untuk yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya,kalau sampai tidak sempat mengajak keluarga ke GBK kemungkinan bakal menyesal,  karena belum tentu dalam bilangan puluhan tahun ke depan Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Asian Games.

Nonton dengan Tiket festival
Panitia penyelenggara Asian Games 2018 sudah mengantisipasi untuk masyarakat yang ingin menikmati suasana Asian Games. Disediakan tiket festival, yakni tiket untuk mereka yang ingin masuk ke  ke GBK tanpa menonton pertandingan.
Siap-siap serba antre. Tapi tertib kok...
Tiket bisa dibeli di pintu 2 hingga pintu 5 GBK. Kalau lihat antrean calon pembeli tiket cukup panjang, jangan putus asa dulu. Karena pelayanan penjualan cepat sehingga walau yang antre panjang, tidak akan sampai mengambil waktu lama. 
Dengan membeli tiket Rp.10 ribu/orang, bisa masuk ke arena GBK dan berkeliling menikmati suasana pesta olah raga terbesar Asia.

Juga bisa nobar di sana, karena disediakan layar super duper lebar di GBK dengan arena duduk yang cukup luas dan nyaman. Saat pertandingan bulu tangkis berlangsung, nobar di arena ini sangat mengasyikkan, teriakan dan support penonton untuk atlet Indonesia sangat meriah dan kompak. Apalagi saat Jonatan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting berlaga. Suasana nobar di dalam stadion bulutangkis dan di luar sama rame dan serunya.

Menonton closing ceremony nobar di arena GBK, rasanya bakal dahsyat juga!

Selain nobar, bisa juga menikmati beragam kuliner yang dijajakan di arena GBK. Atau, sebagai kenang-kenangan bisa membeli  boneka maskot Asian Games 2018: Bhin bhin, Kaka dan Atung. Kalau tidak sabar untuk mengantre membeli maskot Asian Games bisa berfoto dengan mereka di lokasi yang disediakan.

Nyaman jalan di trotoar lebar
Menjelang penyelenggaraan Asian Games Jakarta berdandan maksimal. Terutama di area GBK. Trotoar yang tadinya sempit dan berlubang sudah diperlebar dan dipoles cantik plus mulus. Sehingga tidak hanya indah dipandang, juga nyaman  serta aman untuk dilewati. Menikmati suasana seru Asian Games dengan berkeliling di luar area GBK banyak dilakukan keluarga-keluarga. Bahkan tidak sedikit yang membawa sepeda sehingga bisa berkeliling dengan lebih leluasa..
Trotoar luas, nyaman dan aman
Di sore hari hingga malam tiba, amat nyaman berjalan-jalan di GBK bersama keluarga. Trotoar yang lebar dan rapi serta lampu jalan yang terang beanderang membuat acara jalan pun menjadi tidak terasa melelahkan. Bila haus atau lapar bisa masuk ke area GBK dan menikmati kuliner yang tersedia.
Makin malam nuansa pesta Asian Games makin terasa
Namun, sebelum berangkat ke GBK untuk menikmati suasana Closing Ceremony Asian Games 2018 harus siap mental bahwa semuanya harus antre. Membeli tiket festival, membeli makanan, minuman hingga membeli boneka maskot. Tak usah khawatir akan berdesakan, karena masyarakat yang masuk GBK tampaknya sudah sangat sadar budaya antre. Mereka antre dengan tertib dan sabar meskipun antreannya panjang. Juga jangan lupa sedikan e-money atau debet card sebagai alat bayar, karena hanya sedikit konter yang menerima uang cash.

Mumpung suasana Asian Games belum berlalu  ayo nikmati, sebuah kenang-kenangan yang mungkin akan diingat anak-anak Anda sepanjang masa. 

MH
Foto: RSP, MH dan Istimewa

Jojo Idola Baru Emak-emak Indonesia

By On August 30, 2018


Perhelatan besar Asian Games 2018 sudah hampir berakhir. Banyak kejutan yang mencuat dari arena lomba multievent yang diadakan empat tahun sekali ini. Banyak masyarakat Indonesia yang semula menanggapi ‘dingin’ saja acara yang berlangsung di Jakarta dan Palembang dari 18 Agustus – 2 September ini, kini  menjadi begitu antusias dan penuh semangat mengikuti detik demi detik perkembangan yang terjadi di Asian Games 2018.

Mulai dari perolehan medali emas oleh atlet kita yang sudah di atas target hingga munculnya idola baru di kalangan wanita atau emak-emak Indonesia. Drama Korea sementara menjadi urutan kesekian setelah idola baru Asian Games muncul dan masih terus menjadi pusat perhatian dan perbincangan di medsos.

Ini dia idola emak-emak yang bisa bikin histeris meski hanya namanya yang disebut....

Selebrasi bikin histeris
Jonatan Christie (20), nama pebulutangkis tunggal putra Indonesia ini tiba-tiba mencuat bagai rekot. Medali emas kategori perorangan Asian Games 2018 lewat kemenangan atas Chou Tien Chen (Taiwan) pada laga final yang berlangsung di Istora Senayan, Selasa 28 Agustus 2018.
Selebrasi unik yang ditampilkan Jojo, begitu nama bekennya, saat berhasil mengalahkan lawan, membuat para penonton menjerit histeris, terutama kaum hawa. Ia spontan melepaskan kaosnya yang basah penuh keringat.
Bertelanjang dada Jojo akan berteriak sekuatnya lalu berlari keliling lapangan sambil melambaikan tangan ke penonton yang mengelu-elukannya.
Pada laga semi final ia bahkan melemparkan kaosnya dan ditangkap oleh seorang penonton wanita. Dan di medson hiruk pikuk netizen yang menyampaikan rasa irinya pada penonton yang berhasil memperoleh kaosnya itu.

Kaos termahal di dunia?
Memang betul penonton wanita itu sangat beruntung. Karena kaos Jojo yang dipakai saat bertanding di semi final maupun final  ternyata tidak hanya bernilai sejarah tetapi juga ketika dilelang berharga sangat fantastis.

Terbukti saat sebuah TV swasta mengadakan penggalangan dana  untuk korban gempa di Lombok, satu kaos Jojo dilelang dan berhasil terjual dengan harga Rp.400 juta! Fantastis! Jangan-jangan ini kaos menjadi kaos termahal di dunia?

Selain menyerahkan kaosnya untuk dilelang, Jojo juga sudah berniat untuk sumbangkan sebagian bonus yang akan dia terima nanti untuk korban gempa Lombok. Sesuai janji pemerintah, atlet Indonesia yang meraih medali emas Asian Games 2018 akan menerima bonus sebesar Rp.1,5 miliar.

Nah, sebagian dari bonusnya itu sudah diniatkan Jojo untuk disumbangkan. “Sebagian bonus akan saya tabung dan sebagian saya bagian untuk anggota tim yang sudah support dari sebelum Asian Games 2018 hingga sekarang dan sebagaian akan saya sumbangkan untuk bencana gempa di Lombok,” ungkap Jojo saat konferensi pers seusai memenangkan medali emas.

Tidak hanya berpenampilan keren, bertubuh atletis dan bermental juara dunia, Jojo ternyata juga berhati mulia, dengan spontan ia akan membantu saudara kita yang sedang kena musibah di Lombok dan sekitarnya.

Jadi, sangatlah wajar bila Jojo kini menjadi idola baru para wanita dan kaum ibu Indonesia.

MH
Foto: Istimewa




Wanita-wanita  Pengharum Nama Indonesia

By On August 23, 2018

Berkat mereka nama Indonesia terangkat di mata dunia. Medali emas dalam genggaman mereka adalah pengharum nama bangsa yang akan dikenang sepanjang masa.

Siapa saja mereka dan bagaimana mereka bisa sampai di peringkat tertinggi di cabang olah raga yang mereka tekuni dalam ajang amat bergengsi: Asian Games 2018?

Defia Rosmaniar
Taekwondo


Disaat masyarakat Indonesia-- bahkan dunia-- masih terpana dengan kedahsyatan Opening Ceremony Asian Games 2018 di Jakarta, 18 Agustus 2018, nama Indonesia kembali terangkat dengan disabetnya medali emas di Asian Games.

Defia Rosmaniar (23) berhasil mencipatakan sejarah baru dengan menyumbang medali emas perdana untuk Indonesia dari cabang olah raga Taekwondo,. Minggu, 19 Agustus 2018.. Pada pertandingan final Defia mengalahkan Marjan Salahshouri, taekwondoin asal Iran.

Sontak nama gadis kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini menjadi tenar. Ditambah lagi Presiden Jokowidodo yang menyerahkan langsung medali emas kepada Defia. Sebagai penyumbang medali emas pertama, membuat perhatian pemerintah hingga masyarakat Indonesia secara luas, terarah pada Defia.

Selain akan mendapat hadiah langsung dari pemerintah yakni Rp. 1,5 M-- sebagai imbalan untuk atlet penyumbang medali emas di Asian Games 2018 ini-- berderet hadiah lain menghampiri Defia. Dan seperti sebuah berkah, seusai medali emas perdana dari Defia, berlanjut medali emas lainnya berhasil dipersembahkan oleh para pahlawan olah raga Indonesia.

Mulai aktif di taekwondo saat masih duduk di bangku SMP tahun 2007. Kakak Defia yang lebih dulu menekuni olah raga ini. Awalnya Defia mengaku tidak terlalu serius dalam berlatih taekwondo, tapi lama-lama dia mulau menyukai olah raga yang mengandalkan kemampuan tangan dan kaki ini.

Sebelum dikenal sebagai atlet taekwondo dengan nomor poomsae (seni) Defia awalnya sempat mengambil nomor kyorogi (pertarungan). Penyuka traveling dan menulis ini terpaksa pindah haluan karena sakit yang sempat dideritanya.

Ketekunan dan kesabaran Defia dalam berlatih dan mengikuti beragam kejuaraan di dalam maupun luar negeri membuahkan hasil gemilang. Dan yang tak ia bayangkan, bisa menjadi pengukir sejarah Indonesia dengan menjadi atlet wanita Indonesia yang mempersembahkan medali emas pertama. Mungkin tekadnya ini yang membuat Defia tak pernah lelah berlatih dan bertanding sampai prestasi tinggi berhasil ia capai: Teruslah bermimpi dan jadikan itu nyata!

Lindswell Kwok
Atlet Wushu


Atlet wanita Indonesia kedua yang mempersembahkan medali emas dalam ajang Asian Games 2018 adalah Lindswell Kwok. Dara cantik kelahiran Medan, 24 September 1991 ini, berhasil memukau dewan juri wushu di kelas Taujuquan-Taijijian. Lindswell berhasil mengalahkan atlet wushu Hongkong Ven Ying Juanita Mok.

Seperti juga Defia, saat pertandingan final berlangsung, Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung. Sehingga saat Ratu Wushu Asia Tenggara ini berhasil menang dan meraih medali emas, Presiden Jokowi juga yang menyerahkan langsung medali emas.

Lindswell mengaku tidak menyadari bila Presiden Jokowi berada di lapangan wushu sampai akhir aksinya. Dalam nomor Taijiquan-Taijijian putri, atlet yang mengaku datang sangat awal ke lokasi pertandingan agar bisa melakukan pemanasan secara maksimal, memperoleh poin 19,50.

Mengenal wushu sejak usia 9 tahun dari kakaknya Iwan Kwok, Lindswell mengaku sempat membenci wushu. Pasalnya, ia menganggap olah raga ini sulit karena ada unsur seni di dalamnya. Namun ketika ia sudah menemukan keindahan wushu, prestasi gemilang pun terus menghampirinya.

Pencapaian terakhirnya sebelum meraih medali emas dalam Asian Games 2018, ia berhasil mempertahankan gelar juara dunia dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia. Sebelumnya ia menyabet 3 medali emas di Kejuaraan Dunia 2015.

Setelah mengukir prestasi gemilang di Asian Games 2018, Lindswell memutuskan untuk berhenti sebagai atlet wushu. Sebuah penutupan karier olah raga yang amat manis dan membanggakan.

Tiara Andini Prastika
Atlet Sepeda Gunung


Wanita ketiga kebanggaan Indonesia di ajang Asian Games 2018 adalah Tiara Andini Prastika. Gadis asal Semarang ini berhasil unggul dengan selisih lebih dari 9 detik dengan dua peraih medali lain, yakni atlet Thailand dan atlet dari Indonesia juga, Ning Purwaningsih.

Dengan prestasinya di ajang Asian Games ini Tiara diprediksi menempati peringkat 13 dunia, meskipun beberapa bulan sebelumnya ia sempat cedera pada tangannya.

Medali emas yang Tiara persembahkan untuk Indonesia tidak saja membuat peringkat Indonesia dalam perolehan medali menjadi terangkat, namun juga Tiara sudah menorehkan sejarah. Karena ini menjadi emas pertama Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan dalam pesta olah raga multievent antarnegara di Asia di cabang olah raga sepeda..

Mulai menggeluti olah raga balap sepeda  tahun 2012, buah kesabaran dan ketekunannya berlatih baru berhasil ia petik beberapa tahun kemudian. Pada tahun 2017  Tiara meraih perstasi yakni sebagai juara nasional 2017.

Dalam ajang Asian Games ini gadis kelahiran 22 tahun lalu yang dikenal ramah dan rajin ini, merasa lebih mudah menaklukkan medan, karena acara diselanggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah.

Selamat Defia, Lindswell dan Tiara.Sejarah Indonesia mencatat dengan tinta emas prestasi yang kalian persembahkan untuk Ibu Pertiwi.

MH-berbagai sumber
Foto: Istimewa

Super Seru Perayaan HUT RI Ke-73

By On August 17, 2018

Kegembiraan dan kemeriahan perayaan hari Kemerdekaan RI  selalu menarik untuk dilirik.
Berbagai lomba mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, di sekolah-sekolah hingga di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Antusiasme peserta lomba dan pentonton menjadi hiburan yang ditunggu setiap tahun.

Hari ini Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-73. Suasana kemeriahan ada di mana-mana.

              
Salah satunya di sebuah sekolah di bilangan Jakarta Selatan, yakni Al Azhar Syifa Budi. Beragam lomba diadakan dengan perserta mulai dari murid, orang tua murid hingga guru. Semua antusias dan penuh gelak tawa. Mulai dari lomba makan krupuk, lomba memindahkan belut, lomba tarik tambang, lomba bakiak hingga lomba membuat rujak uleg.
Lomba bikin rujak. Sedap & kreatif
Beragam lomba yang membawa kegembiraan untuk semua, pasti menjadi cerita dan kenangan indah sepanjang masa. Dirgahayu Indonesia ku!

MH
Foto: RSP, MH


Formulir Kontak

Name

Email *

Message *