CURHAT: Saya ibu dari dua orang anak remaja. Dua-duanya perempuan. Yang besar kelas 2 SMA dan yang bungsu kelas 3 SMP. Saat santai saya bertanya kepada anak-anak saya, mereka cinta-citanya mau jadi apa nanti setelah besar?
Dengan penuh semangat anak bungsu saya spontan menjawab, “Mau jadi pengusaha kosmetik. Biar bisa tetap cantik tanpa harus keluar biaya.” Saya geli dengar jawabannya. Si Bungsu ini memang agak centil. Dia suka sekali pinjam dan mencoba-coba alat kosmetik saya. Saya tidak pernah larang, karena menurut saya mungkin dia bisa memiliki skill ber-make up dengan cara mencoba-coba sendiri. Saya kasih acungan jempol untuk cita-citanya itu.
Tapi saat saya tanya kakaknya, dia masih diam saja. Ketika saya desak, apa citanya? Dia bilang, “Aku nggak punya cita-cita!” suaranya tegas dan penuh keyakinan, Bukan seperti anak yang masih ragu dengan apa yang dia mau di masa depannya. Tentu saya kaget sekali. Dia selama ini sekolah rajin dan selalu berprestasi di sekolahnya. Kok bisa nggak punya cita-cita?
Saya coba bujuk, “Mungkin kamu belum punya cita-cita yang pasti, tapi setidaknya kamu ingin hidup seperti apa nantinya?” Dia menggeleng. “Saya nggak tau mau jadi apa, saya mau jalani aja apa yang ada.” Setelah menjawab seperti itu, dia berdiri dan masuk ke kamarnya.
Terus terang saya resah dengan jawaban anak sulung saya itu. Saya coba diskusikan dengan suami, awalnya suami agak kaget juga dengarnya, tapi kemudian dia bilang, “Nggak apa-apa dia belum punya cita-cita, yang penting dia semangat sekolah.”
Walau ucapan suami cukup menenangkan pikiran saya, namun saya masih merasa cemas. Apa saya kurang memotivasi anak saya sehingga dia sampai tidak punya cita-cita di usianya yang sudah menginjak remaja.
Bersama ini saya ingin mohon saran, kira-kira apa yang sebaiknya saya lakukan sebagai seroang Ibu, untuk mendampingin anak-anak saya, agar mereka memliki masa depan yang cemerlang dan bisa mandiri secara ekonomi.
Terimakasih.
Monik – Surabaya
SARAN: Sebagai seorang ibu tentu Anda ingin anak-anak Anda memiliki masa depan yang cemerlang. Dan tanda-tanda seorang anak memiliki masa depan cemerlang antara lain dengan memiliki cita-cita yang tinggi dan jelas. Misalnya menjadi pengusaha, menjadi insinyur ataupun dokter.
Dan ketika seorang anak belum memiliki cita-cita di usianya yang sudah menjelang remaja, tentu orangtua akan merasa khawatir. Karena seakan anak tidak memiliki masa depan. Karena tanpa cita-cita bagaimana ia bisa meraih masa depannya?
Kami sangat memahami kekhawatiran Anda. Namun tidak perlu terlalu cemas ataupun panik, karena anak yang belum memiliki cita-cita adalah hal yang sangat wajar.
Bisa jadi anak Anda masih asyik dengan dunianya saat ini. Dia belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa itu masa depan. Ia masih dalam fase eksplorasi. Ia belum memiliki minat yang pasti pada hal atau bidang tertentu. Masih sering berubah-ubah.
Sebetulnya, cita-cita bukanlah kewajiban kaku. Melainkah sebuah petunjuk arah yang masih bisa berubah seiring dengan waktu.
Lalu bagaimana orang tua harus bersikap kepada anaknya yang belum memiliki cita-cita? Yang pasti hindari untuk memaksakan kehendak sebagai ajang pemenuhan ambisi orangtua. Misalnya, orangtua gagal menjadi dokter lalu memaksa anaknya untuk menjadi seorang dokter.
Sebaiknya, beri ruang dan kesempatan yang luas kepada anak-anak untuk mencoba berbagai aktivitas guna menemukan minat dan bakat mereka. Bila sedang ada waktu luang, gunakan untuk berbincang santai dengan anak-anak tentang hal-hal yang menyenangkan bagi mereka. Lalu hargai setiap usaha dan minat mereka.
Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, empati dan dukungan, semoga anak-anak Anda bisa merajut masa depannya dengan penuh semangat, bahagia dan berhasil. Tetap semangat!
Iustrasi: Pinterest
#masadepananak
#cita-citaanak
#anak-anakdancita-cita
#anaktanpacita-cita
#cita-cita
#anak
« Prev Post
Next Post »
