HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

EMAK-EMAK YOUTUBER ASAL INDONESIA BISA BELI RUMAH DI EROPA

Youtube bisa mengubah nasib manusia. Ribuan bahkan jutaan Youtuber yang semula orang biasa, dalam waktu singkat menjadi selebriti kelas dunia. Dan... kaya raya! 

Seperti dongeng.  Tidak sedikit ibu-ibu rumah tangga alias emak-emak yang juga kaya lewat Youtube. Padahal umumnya mereka semula hanya iseng membuat video-- sekadar untuk dokumentasi keluarga. Tidak disangka dalam waktu yang tidak terlalu lama, berhasil mengumpulkan penonton setia alias subscriber.  Mulai dari puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan. Sontak menjadi seperti selebriti: mengadakan acara jumpa fans saat mudik. Juga memiliki penggemar sekaligus hatters. 


Dan plus point nya, pundi-pundi mereka pun terus bertambah seiring dengan makin banyaknya penoton video yang mereka upload. Yang sangat membanggakan, tidak sedikit emak-emak Indonesia yang bisa mencapai impian banyak orang saat ini: kaya dari Youtube sampai bisa beli rumah, di Eropa pula!

Berikut dua emak-emak yang bisa menjadi imspirasi kita. 

Keluarga Bahagia di Jerman

Dalam kontennya sekitar 3 minggu yang lalu, keluarga Indonesia -Jerman,  yang terdiri istri Trisna, suami Paul dan anak Elena ini, dengan bahagia mengumumkan baru pindah ke  rumah baru. Sebuah rumah yang terdiri dari 4 lantai  dengan 9 kamar dan halaman luas. 

Keluarga Bahagia di Jerman dan rumah baru mereka

Trisna yang memiliki nama kesayangan di Youtube sebagai Kakak Ina ini, membuat konten yang menjelaskan bahwa dia berhasil membeli rumah dari Youtube. 

Para subscribersnya yang saat ini berjumlah 2,1 juta juga selalu diajak mengikuti setiap langkahnya.  Penoton selalu dilibatkan, mulai dari  mencari rumah, menebak mana rumah pilihan mereka-- dari 3 rumah yang masuk nominasi, hingga akhirnya mereka menunjukkan rumah yang terpilih. Bahkan sampai mengecat rumah dan beberes pun mereka jadikan suguhan yang seru untuk penontonnya.

Kakak Ina amat didukung oleh suaminya Paul. Pria Jerman ini selalu setia mendampingi dan menjadi vidiografer saat istrinya membuat konten. Wanita kelahiran Papua tahun 1994 ini memang sangat natural di depan kamera. Logat Papuanya sangat kental. Mungkin karena dari kecil Trisna sudah sangat aktif. Bahkan masih duduk di bangku SMP dia mengaku  sudah menjadi penyiar radio, tak heran bila bicaranya lancar mengalir tanpa hambatan. 

Kontennya juga sangat  beragam, mulai dari kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, mudik ke Raja Ampat  sampai bikin dan makan rujak di bawah pohon apeldi Jerman.  Membuat subscribernya seperti kecanduan menonton videonya. Tidak sedikit videonya mendapat jutaan views, salah satu yang tertinggi mencapai 9,7 juta views. Konten yang dibuat saat Keluarga Bahagia ini mudik ke Raja Ampat. Bukan main. Jadi, tidak heran kan kalau youtuber eman-emak ini sampai bisa beli rumah. Dan yang lebih mencengangkan lagi: rumah yang dibeli bukan kaleng-kaleng, di Jerman pula!


Inong Sam

Kederhanaan adalah daya tariknya. Itulah Inong Sam.  Seorang wanita Indonesia keturunan Batak yang menikah dengan pria Austria dan memiliki tiga orang anak. Konten Inong Sam (Inong artinya ibu dalam bahawa Batak dan Sam adalah nama anak pertamanya),  menampilkan keseharian keluarga ini dengan gaya yang sederhana, apa adanya. Ngobrol dengan penonton sambil melipat selimut, masak, nyedot debu lantai, dan lainnya. Tapi tentu saja dengan kualitas video yang keren dan editing yang rapi. Sehingga penonton betah menonton setiap konten yang ditampilkan. 

Keluarga Inong Sam di depan rumah baru merka

Konten yang membuat penonton ikut berbahagia dibagikan Inong Sam sekitar seminggu yang lalu. Mamak, begitu panggilan akrabnya di Youtube, memberi kejutan kepada kedua anak perempuannya yang usia praremaja itu, dengan mengajak mereka datang ke rumah baru. 

Saat membuat rencana kejutan itu, Mamak membuat konten yang penuh air mata. Hampir sepanjang video Mamak mengeluarkan air mata. Ia terharu karena berhasil membeli rumah, yang dia katakan: hasil dari Youtube. 

Memiliki subscribers 646 ribu pada pertengahan November 2020. Inong Sam menjadi viral ketika ia menampilkan anak perempuannya masuk sekolah pertama kali di Austria, tapi mengenakan seragam anak SDN Indonesia:  baju putih dan rok merah lengkap dengan dasi dan topi. 

Sejak itu penonton  dan subscriber  Inong Sam terus bertambah. Ada lebih dari 400 video yang sudah tayang, jumlah views tertinggi yang pernah Inong Sam capai adalah 3,3 juta. Judul kontennya: Makan Daun Singkong & Ikan Asin. Meski menikah dengan orang asing, tinggal di Eropa, Inong Sam masih sangat menjaga kultur keluarganya, Batak. Dia membanggil suaminya dengan Abang dan rajin sekali menghidangkan makanan khas Batak untuk keluarganya. Dan satu lagi, Inong Sam selalu berbicara bahasa Indonesia kepada ketiga anaknya. Sehingga ketika dibawa mudik ke Balikpapan, tidak kesulitan berkomunikasi dengan keluarga ibunya. 

Mereka Layak  Sukses 

Di antara penonton setia yang mensupport setiap konten yang mereka buat, tidak sedikit juga hatters yang nyelip. Mereka memberi komentar yang mengkritik kadang dengan kata-kata yang menyakitkan. Misalnya, saat mereka sedang hunting rumah tapi belum ketemu yang cocok, dibilang hanya untuk bikin konten. Alias hanya pura-pura mau beli rumah. 

Pastinya  tidak 100% uang untuk membeli rumah tersebut dari hasil Youtube, secara suami-suami mereka juga bekerja. Bahkan Kakak Ina juga bekerja selain sebagai Youtuber aktif. Tapi memang gaji dari Youtube menjadi bagian dari pembelian rumah itu. Jadi kalau disebut clickbait juga tidak terlalu tepat. Pintar-pintar merekalah membuat judul video agar penonton gercep mengklik. 

Bahwa mereka membuat konten setiap hari dan setiap kegiatan yang mereka rasa menarik, itu adalah kreativitas  yang patut diapresiasi. Bayangkan, ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, tinggal di luar negeri, tidak ada ART, masih bisa memproduksi video dengan kualitas keren. Mereka harus mengurus anak,  mengurus rumah, menyusun menu dan memasak makanan yang bisa diterima lidah Indonesia dan Eropa sekaligus. Belum lagi  jadi sopir antar jemput anak sekolah dan masih seabreg kegiatan lain.. 

Tidak jarang  Kakak Ina dan Inong Sam cerita bahwa mereka harus begadang untuk mengedit video-video. Jadi mereka mengorbankan waktu istirahat mereka, metime mereka untuk para penonton setia. 

Dan lagi, nggak mudah lho bikin video untuk Youtube, apalagi dengan penonton yang sudah ratusan ribu apalagi jutaan. Ada beban soal kualitas.Mulai dari pemilihan  materi konten hingga editing. Jadi, salut untuk para emak-emak hebat ini. Juga terimakasih untuk mereka, karena  sudah menunjukkan ke dunia, bahwa wanita Indonesia itu hebat!

MH

Foto: Youtube




Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *