HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

SILATURRAHIM MINANG DIASPORA NETWORK- GLOBAL 2026

 

Bisa mengumpulkan orang Minang  rantau dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara untuk bersilaturahim dan berkomunikasi, adalah sebuah upaya luar biasa. Dan itu yang berhasil diselenggarakan oleh Minang Diaspora Network -Global (MDNG). 

Dengan tujuan memperkuat silaturrahim dan jaringan kolaborasi masyarakat Minangkabau, diselenggarakan forum bertajuk Silaturrahim Minang Diaspora Network Global, Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari.

Diselenggarakan pada Sabtu, 23 Mei lalu, acara berlangsung dari pagi hingga petang, dengan beragam rangkai acara menarik. Mulai dari acara pameran buku, pameran perhiasan, penyerahan penghargaan, pembacaan puisi hingga seni tari Minang, sukses terselenggara. Dan salah satunya, berkat tangan dingin seorang wanita Minang yang tangguh.

Lahir di USA, Tetap Menjunjung Adat Minang

Alya tetap cinta Ranah Minang meski lahir di negeri orang

Para undangan yang hampir memenuhi ruang Auditorium Al-Quddus, Universitas YARSI, Jakarta,  yang berkapasitas 1000 orang lebih itu, seperti terpana kala menonton tayangan video di layar lebar. Seorang wanita muda yang lahir dan besar di Amerika, namun lancar berbahasa Minang dan fasih menyampaikan pantun-pantun Minang yang berisi pesan moral nan dalam.

Namanya Alya Lawindo, lahir dan besar di Amerika. Namun Alya tidak  lupa negeri leluhurnya. Ibunya berasal dari Padang Panjang, sementara ayahnya orang Lawang, Kabupaten Agam.

Dalam video yang disampaikan mayoritas dalam bahasa Minang, Alya yang sudah berhasil meraih gelar S2 di Amerika, menyapaikan bahwa ia sangat mencintai tanah leluhur kedua orang tuanya. Dalam mengarungi kehidupan di negeri orang, ia tetap berpegang teguh pada filosofi dan adat istiadat Minang. 

Ia aktif memperkenalkan Kota Padang di Amerika lewat video promosi yang ia buat. 

Irjen Pol. (Purn.).Dra. Desy Andriani (kanan) dan Isus, seorang pengusaha (kiri).

Saat Alya menyampaikan buah pemikirannya dalam bahasa Minang yang fasih, seorang undangan, mengungkapkan kekagumannya, “Hebat sekali. Anak-anak keturunan Minang yang tinggal di Indonesia pun belum tentu bisa seperti dia. Fasih berbahasa Minang dan memahami adat istiadat Minang,” ungkap Ibu Dra. Desy Andriani, Seorang Irjen Pol (Purn.)  yang kini aktif sebagai Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan dan Usulan Hadiah Nobel

Penyerah penghargaan Anugerah Kesustraan kepada Budayawan Taufik Ismail oleh Menteri Fadli Zon

Minang Diaspora Network- Gobal berdiri tahun 2017. Menurut Burmalis Ilyas selaku Direktur Eksekutif MDNG, tujuannya untuk mengumpulkan semua perantau Minang dalam sebuah jaringan global/ internasional yang bisa bersinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, budaya dan bisnis.

“Kami mempromosikan nilai-nilai adat budaya, agama dan Bahasa Minang di kalangan diaspora/ perantau Minang dalam dan luar negeri. Saat ini sudah ada 22 negara yang ada komunitas Minang,”jelas Burmalis.

Dan kegiatan Silaturrahim kali ini antara Penganugerahan Tokoh Penulis Buku Sastra dan Budaya Minangkabau, yang telah berjasa besar dalam melahirkan, mengembangkan, dan memelihara karya-karya munemental di bidang sastra dan budaya Minangkabau. Yaitu kepada Tan Sri Rais Yatim dan Buya H. Mas’oed Abidin. Penghargaan ini dinamakan Anugerah Mahakarya Literasi Budaya Minangkabau. Diberikan atas dedikasi, karya intelektual sera kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah sastra, budaya dan pemikiran Minangkau di tingkat nasional dan internasional. 

Sementara Anugerah Kesustraaan: Pencapaian Sepanjang Hayat, diberikan kepada Taufik Ismail, yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Sebagai penghormatan atas dedikasi, kontribusi dan pencapaian luar biasa kepada sastrawan legendaris ini. Beliau sudah aktif menulis puisi sejak usia 15 tahun. Banyak menulis lirik lagu  bertema relegi yang antara lain dibawakan oleh Bimbo dan Chrisye. Siapa yang tak kenal lagu Sajadah Panjang yang dinyanyikan oleh Bimbo atau lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata, yang dibawakan sepenuh hati oleh Chrisye. Kedua lagu legendaris itu liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Lirik lagu yang sangat puitis dan sarat pesan relegi. 

Langkah pemberian penghargaan ini juga bagian dari ikhtiar srategis untuk mendorong pengakuan internasional yang lebih luas terhadap karya Taufik Ismail, termasuk membuka jalan menuju nominasi penghargaan sastra dunia yang prestisius yakni Hadiah Nobel bidang sastra untuk sastrawan berusia 92 tahun ini.

Sedangkan penghargaan Filantropi Minangkabau diberikan kepada Jurnalis Uddin, Ketua Pembina Yayasan YARSI,  Yendra Fahmi, seorang pengusaha pertambangan, perkebunan dan properti dan Nurhayati Subakat, Co-Founder  Paragon Technology and Innovation, yang antara lain  memproduksi kosmetik Wardah. Melalui kedermawanan mereka telah diberikan ratusan beasiswa kepada generasi muda Minangkabau, membangun tempat ibadah, mmbantu korban  bencana dan sebagainya. 

Persiapan Singkat 

Yeni Halim, tetap hebat meski persiapan singkat

Acara yang berlangsung nyaris sehari penuh, berjalan lancar dan sukses, meski dipersiapkan dalam waktu yang singkat, menurut Yeni Halim, sebagai Ketua Panitia Acara, semua berkat dukungan donator, kolaborasi berbagai ormas Minang serta penyediaan fasilitas dari Universitas YARSI.

Menurut Mulyeni, demikian nama lengkapnya, ia mendapat amanah menjadi Ketua Panitia di tengah proses persiapan acara.

Dan Burmais menambahkan, “Meski Bu Yeni sendiri sedang sakit dan anaknya juga sakit sampai harus dirawat, beliau luar biasa desikasinya untuk acara ini.”

Bersyukur Prof. Jurnalis dari Universitas YARSI memberikan fasilitas  venue 2 lantai secara gratis. “Sementara konsumsi untuk lebih dari seribu undangan dan panitia, sumbangan dari banyak pihak. Dan anak-anak penerima beasiswa juga turun langsung menjadi panitia acara,” ungkap Ketua Pokja Beasiswa MDNG, yang seorang pengusaha ini. 

“Jadi saya bukan dokter seperti yang banyak beredar di media sosial,” tegas Yeni, sekaligus meralat postingan tentang dirinya yang beredar luas di medsos, yang menyebutkan dirinya sebagai seorang dokter ahli anak yang tinggal di Medan. 

Sebagian undangan yang hadir.

Yang pasti, berkat dedikasi tinggi seorang Yeni Halim dan panitia semua, acara Silaturrahim Minang Diaspora Network-Gobal, berlangsung sukses. Mendapat apreasi tinggi dari para tamu undangan, yang hadir langsung juga yang mengikuti secara online. *** Marlini Hasan

Foto-foto: MWDC dan dok pribadi

#acarasilaturrahimmdng

#minangdiaspora

#minangperantauan

#minang


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *