HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

MENGENAL BLENDED LEARNING

Setelah hampir dua tahun pelajar Indonesia menjalani PJJ (pembelajaran jarak jauh). Setelah gelombang Covid-19 mulai mereda, ujicoba PTMT (pembelajaran tatap muka terbatas) mulai dilaksanakan di beberapa sekolah.

Menjelang PTM secara luas, pemerintah mulai memperkenalkan program Blended Learning, yang kemungkinan akan diberlakukan secara luas di Indonesia.

Tidak sedikit OTM (orang tua murid) yang bertanya-tanya: apa itu Blended Learning. Apa yang harus dilakukan para OTM agar anaknya bisa mengikuti program pendidikan gaya baru  ini?

Berikut sekilas tentang Blended Learning.

Pembelajaran kombinasi

Ketika Covid-19 terus meningkat, pemerintah seketika membuat kebijakan: para pelajar belajar tidak lagi boleh pergi ke sekolah. Tetap harus sekolah tapi belajarnya di rumah. Pembelajaran dilakukan seratus persen secara online. Tidak ada tatap muka langsung.

Namun ketika Covid sudah mulai bisa teratasi, meski belum bisa dianggap aman, sekolah secara langsung sudah mulai dibuka lagi secara bertahap.

Sekolah-sekolah diseleksi secara ketat melalui asesmen untuk bisa mendapat izin menyelanggarakan PTMT.

Lalu pemerintah mulai mendengungkan program blended learning. Para OTM diminta untuk mengikuti asesmen secara online untuk bisa memahami metode belajar  ini.

Blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran secara konvensional (tatap muka) dengan pembelajaran secara online (atau disebut juga dengan pembelajaran mandiri).

Jadi metode tetap muka yang antara lain berupa tanya jawab, penugasan secara langsung dipadukan dengan pembelajaran yang menggunakan berbagai macam media dan teknologi, yang mendukung.

Meski kedengaran ramai baru-baru ini, sebetulnya metode pembelajaran blended learning yang berbasis internet ini, sudah banyak diterapkan di kampus-kampus di Indonesia. Juga di beberapa sekolah swasta, terutama di masa pandemi ini.

Bagaimana peran OTM?

Lalu pertanyaannya, bagaimana peran ortu dalam metode pembelajaran ini?

Seperti dijelaskan bahwa dalam blended learning selain ada sesi tatap muka secara langsung antara guru dan murid, sebagian kegiatan belajar mengajar juga dilaksanakan secara daring (online).

Gambaran sederhananya, sebagian murid belajar di sekolah, lainnya mengikuti pelajaran yang sama di waktu yang sama di rumah. Itulah sebabnya metode ini disebut juga sebagai metode campuran.

Dan tampaknya blended learning akan menjadi sistem pembelajaran yang dipilih di masa depan. Pembelajaran secara langsung yang sudah diterapkan di Indonesia sekilan lama, tentu  diperlukan. Karena sangatlah penting anak-anak mengembangkan kemampuan sosialnya.

Bertemu dengan guru, sesama teman dan sebagainya, akan mengembangkan kemampuan anak bersosialisasi (social skill). Anak-anak jadi trampil berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain: dengan teman sebaya maupun mereka yang lebih tua: guru, pegawai sekolah dan sebagainya.

Sementara kalau belajar secara online anak-anak dituntut untuk belajar secara mandiri. Memberi peluang kepada anak untuk bisa mengelola waktu, menuntut anak untuk lebih kreatif dan terus menambah wawasan, dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya secara daring.

Dalam pembelajaran campuran ini, orangtua memiliki peran penting untuk mendukung keberhasilan belajar anak.

Ada 3 peran penting orangtua, yakni sebagai mentor, motivator dan melakukan monitor. Dalam peran sebagai mentor orangtua harus bisa menampingi dan membimbing anak, sehingga anak bisa mengikuti pembelajaran campuran ini dengan baik.

Selanjutnya sebagai motivator, di saat anak merasa jenuh atau menghadapi kesulitan dalam belajar, orangtua diharapkan akan mendampingi sambil memberikan motivasi, bukan dengan memarahi.

Orangtua harus membangung hubungan yang harmonis dengan anak agar anak terbuka saat berkomunikasi dan menyampaikan semua masalahnya. Sehingga orangtua bisa memberi saran, solusi dan menyemangati. Diharapkan anak menjadi aktif dan bersemangat dalam belajar.

Sedangkan pada tugas monitor, orangtua ikut memantau proses belajar anak-anak. Dan aktif berkomunikasi dengan guru tentang masalah dan perkembangan belajar anak. Dengan demikian anak tidak lepas begitu saja belajar secara mandiri tanpa pendampingan.

Meski kesannya repot, tapi blended learning ini tampaknya akan menjadi metode yang dipilih, karena sangat sesuai dengan masa pandemi. 

Anak-anak tetap bisa bertemu dan bertatap muka dengan guru dan teman-temannya, namun dengan waktu yang terbatas.

Selebihnya anak akan belajar mandiri di rumah didampingi oleh orangtua. Sehingga peran orangtua dan guru dalam metode belajar campuran ini akan bersinergi secara harmonis.*** MH

Foto: Unsplash

#metodeblendedlearning

#metodebelajarcampuran

#programblendedlearning

#blendedlearning

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *