HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

SEDANG TERSUNGKUR BAGAIMANA BISA BERSYUKUR?

CURHAT: Saya wanita bekerja usia 24 tahun.  Anak pertama dari tiga bersaudara. Belum menikah dan tinggal jauh dari orangtua. Saya kost di Jakarta sendiri,  sedangkan orangtua dan adik-adik saya  tinggal di Sumatra.

Dua bulan yang lalu  saya kena PHK. Namun saya tidak sampai hati untuk menyampaikan berita sedih ini kepada orangtua juga adik-adik saya. Orang tua saya sudah tua, saya khawatir mereka akan merasa sedih, kecewa dan jatuh sakit. Begitu juga kalau adik-adik saya tau sekarang saya sudah tidak bekerja, pasti mereka merasa sedih.  

Saya selalu mengatakan, saya baik-baik saja dan pekerjaan saya lancar. Saya juga masih mentransfer seperti biasa kepada mereka, walau jumlahnya sedikit berkurang. Dengan alasan saya kebetulan banyak keperluan, jadi jumlah uang yang saya transfer sedikit saya kurangi. Saya gunakan sehemat mungkin  uang tabungan saya yang saya sisihkan dari gaji saya selama bekerja.

Diantara kesulitan mencari pekerjaan lagi, saya putus hubungan dengan kekasih saya. Padahal kami sudah berpacaran selama hampir 2 tahun. Dia berselingkuh dengan teman kantornya dan beberapa waktu setelah kami putus, dia menikah.

Saya betul-betul hancur. Saya jatuh dan tersungkur. Hidup saya penuh dengan masalah dan kesulitan. Semua terasa mentok. Kadang ada muncul rasa putus asa. Tapi demi mengingat wajah orangtua dan adik-adik, saya berusaha kembali  bangkit.

Saat saya curhat dengan seorang teman, dia meminta saya tetap bersyukur, karena  masih memiliki tabungan untuk menyambung hidup. Beryukur karena putus dengan pria yang tidak setia dan sebagainya. 

Saya merasa percuma curhat sama teman, karena mereka hanya bisa menyuruh bersyukur. Padahal saya sedang benar-benar terpuruk, boro-boro mau bersyukur. Rasanya untuk bisa tetap melangkah saja sudah tidak kuat.

Setiap bangun tidur saya selalu merasa takut menghadapi hari. Rasanya hidup saya gelap dan masalah hidup saya tidak berujung.

Bersama ini saya mohon saran, apa yang sebaiknya saya lakukan agar hidup saya menjadi lebih baik. 

Terimakasih.

Rein – Jakarta Selatan

SARAN: Simpati kami untuk masalah yang sedang Anda hadapi saat ini. Kehidupan kadang memang kurang ramah pada kita. 

Dan dengan Anda curhat ke teman sebetulnya bentuk usaha Anda untuk bangkit. Hal ini menunjukkan bahwa Anda sedang dalam proses memperbaiki diri.   

Bisa dimengerti Anda yang sedang dalam kondisi terluka, merasa kurang sreg dengan saran teman Anda. Teman Anda itu mungkin pernah menghadapi masalah yang serupa dengan Anda, sehingga ia bisa menyarankan hal tersebut. 

Bila Anda merasa hidup Anda saat ini sedang penuh persoalan, mentok dan sebagainya. Cobalah untuk sejenak menengok ke kehidupan orang lain, misalnya teman, kenalan ataupun kerabat yang mungkin juga pernah mengalami masalah seperti Anda saat ini. Misalnya, mereka pernah kena PHK, mereka pernah patah hati. Apa kira-kira yang mereka lakukan untuk bisa bangkit. Dan bagaimana kabar mereka sekarang?

Bukan berarti Anda harus membandingkan hidup Anda dengan orang lain. Tapi kita bisa belajar dari kehidupan orang lain. Karena pada dasarnya, tidak ada seorang pun yang tidak memiliki persoalan hidup. Masing-masing individu pasti memiliki persoalan hidup atau ujiannya sendiri. Tinggal bagaimana individu itu, menyikapinya. Dan bagaimana cara mereka melewati masa sulit itu, yang mungkin bisa kita adopsi. 

Intinya, ketika kita sedang menghadapi masalah hidup yang pelik, berarti batin kita sedang terluka. Kita memerlukan ‘obat’ yang tepat untuk bisa kembali sembuh seperti sedia kala. 

Dengan melihat mereka-mereka yang sudah bisa kembali melangkah tegak setelah tersungkur, adalah secercah harapan bahwa Anda pun bisa melewati masa sulit ini.

Melakukan kegiatan yang Anda sukai yang saat Anda bekerja sulit Anda lakoni, bisa menjadi salah satu obat. Misalnya, olah raga, ikut marathon, berwisata, masak dan sebagainya. 

Dan cobalah  fokus pada hal-hal sederhana di sekitar Anda. Misalnya, nikmati secangkir kopi di pagi hari, jalan santai di sekitar tempat tinggal Anda, belanja kebutuhan sehari-hari Anda  di pasar yang berbeda dari yang biasa Anda datangi.  Semua itu akan membantu Anda merasa lebih ringan, karena di antara masalah pelik yang Anda hadapi, sesungguhnya  masih banyak hal  yang bisa Anda syukuri. 

Dan, seperti teman Anda sarankan mensyukuri apa yang Anda alami akan membuat Anda merasa lebih baik. Mungkin tidak secara seketika, perlu proses, waktu dan kesabaran. Namun setidaknya sesak di dada, dan batin yang terluka, akan mulai mereda, saat Anda mengalihkan fokus perhantian Anda pada hal-hal lain, selain masalah yang sedang melanda Anda.

Yakinlah, apa yang sedang Anda alami saat ini pasti ada hikmah yang bisa dipetik. Ujian kehidupan tidak akan memberi efek apa pun untuk masa depan Anda, bila Anda tidak coba cari tahu kira-kira pelajaran apa yang bisa Anda petik. Pelan-pelan muailah untuk instrospeksi diri. Mungkin ada dalam diri Anda yang perlu dibenahi.

Semua masalah yang Anda alami, bisa dipastikan ada jalan keluarnya. Hanya memang perlu waktu dan kesabaran. Begitu Anda sudah bisa melewati masa sulit itu, Anda pasti akan merasa bangga pada diri sendiri. Dan saat itulah Anda bertumbuh. Langkah Anda terasa makin penuh makna. 

Satu tahap Anda sudah ‘lulus ujian kehidupan’.  Tahap selanjutnya menanti,  harapannya Anda sudah akan lebih siap dan lebih tenang menghadapinya. Dan yakinlah, badai sebesar apa pun pasti berlalu. Tetap semangat!***

Ilustrasi foto: Pinterest

#bersyukur saat tersungkur

#masalah kehidupan

#masalah

#kehidupan

#bersyukur

#tersungkur


Newest
You are reading the newest post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *