Sekarang makin mudah kita menemukan wanita merokok. Di kafe-kafe, di restoran, bahkan di ruang publik seperti di ruang tunggu di bandara, ruang tunggu kereta, sering kita temui wanita tengah asyik menghisap rokok maupun vape (rokok elektrik).
Meskipun kadang harus masuk ke ‘ruang khusus perokok’ bukan halangan bagi mereka, yang penting tetap bisa merokok.
Di balik asyiknya menghisap rokok, terutama sesudah makan, saat udara dingin, saat menunggu sesuatu, mungkinkah para wanita perokok, memahami ancaman hebat sedang mengintai mereka?
Berikut beberapa di antaranya.
Mempengaruhi Kesehatan Reproduksi
Mereka mulai merokok umumnya karena coba-coba. Awalnya mungkin minta rokok ke teman, ”Nyobain ah, kelihatannya kok asyik.” Dari minta sebatang ke teman, tahu-tahu saat ke mini market, salah satu yang masuk keranjang belanjaan … sebungkus rokok.
Kalau sudah beli sekali, bisa dipastikan akan beli dan beli lagi. Itulah magnetnya rokok. Sekali coba bisa langsung suka.
Padahal, di balik keasyikan menghisap rokok itu, seorang wanita sedang mempertaruhkan risiko kesehatan dan kehidupannya. Satu batang rokok mengandung ribuan bahan kimia, yang bisa membahayakan kesehatan penggunanya.
Seperti dikutip dari ALODOKTER, merokok bagi wanita sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk siklus mestruasi. Zat-zat dalam rokok seperti nikotin dan tar, bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Antara lain siklus haid jadi tidak teratur dan nyeri saat menstruasi.
Risiko Berbagai Kanker
Banyak literatur kesehatan yang mempublikasikan hasil penelitian, bahwa merokok sangat mengancam kesehatan. Khusus bagi wanita, rokok bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
Termasuk diantaranya kanker serviks. Zat kimia dalam rokok dapat melemahkan pertahanan sel serviks, memicu infeksi peradangan, serta membuat pertumbuhan sel tidak normal lebih mudah terjadi.
Dan seperti efek rokok pada umumnya, wanita perokok juga terancam kesehatan paru-parunya. Tidak hanya itu, risiko kanker lain seperti, kanker payudara, kanker usus besar, juga meningkat pada wanita perokok dibanding pria perokok.
Komplikasi Kehamilan & Menopause Dini
Wanita perokok yang sedang hamil, risiko akan mengancam sang ibu dan janin. Seperti plasenta pervia (kondisi ketika plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir), ketuban pecah dini, persalinan premature, bayi lahir dengan berat badan rendah, keguguran, hingga bayi meninggal di dalam kandungan.
Tidak hanya itu, kandungan nikotin pada rokok juga dapat mengganggu suplai darah ke ovarium. Akibatnya, indung telur kehilangan fungsinya lebih cepat. Dan salah satu efek yang terjadi adalah penurunan produksi hormon estrogen, sehingga mengakibatkan risiko menopause dini.
Begitu banyak risiko yang harus ditanggung oleh wanita perokok. Baik yang perokok aktif maupun perokok pasif (tidak merokok tapi selalu dekat dengan orang yang merokok, sehingga ikut menghirup asap rokok).
Belum lagi, menurut nakes yang sering membantu kelahiran, darah wanita perokok aromanya kurang sedap dibandingkan wanita yang tidak merokok.
Jadi, kenapa harus mempertaruhkan kesehatan begitu tinggi, hanya untuk kesenangan semu, hanya agar kelihatan asyik dilihat, hanya agar nggak gabut saat menunggu sesuatu, agar mulut tidak terasa asam sesudah makan?
Memang, sangat tidak mudah untuk menghentikan kebiasaan merokok, apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Harus ada komitmen dan tekad yang kuat dari dalam diri sendiri.
Mungkin yang perlu diingat, menghentikan kebiasaan yang mengancam kesehatan diri, adalah bentuk dari menyayangi diri sendiri. Kalau bukan Anda yang menyayangi dan mencintai diri sendiri, lalu siapa lagi? Tetap semangat!*** MH
Foto ilustrasi: Pinterest
#kebiasaan merokok
#risiko wanita perokok
#wanita perokok
#wanita
#rokok
You are reading the newest post
Next Post »
