HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

TUMPUAN HARAPAN KELUARGA

CURHAT: Dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, saya (36 th) bersyukur  masih bekerja di perusahaan swasta sekaligus punya usaha yang saya bangun dengan suami. Sejauh ini pekerjaan dan usaha berjalan lancar.

Kebetulan saya dan suami memfokuskan usaha pada penyediaan sembako. Jadi meski pandemi tetap bisa berjalan lancar.

Yang menjadi masalah adalah keluarga saya sendiri. Saya adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Menikah dengan suami yang anak tunggal. Kalau suami karena tidak punya kakak dan adik, juga kedua orangtuanya sudah meninggal, jadi tidak ada masalah dengan keluarganya.

Saya sendiri memiliki 3 orang kakak yang kebetulan hidupnya kurang baik saat ini. Jadi semua kakak saya mengharapkan bantuan dari kami. Suami saya sih tidak masalah, dia selalu menganjurkan saya memberi bantuan kepada saudara-saudara yang perlu bantuan.

Namun saya kadang tidak enak hati, kalau saudara-saudara  saya selalu berharap bantuan dari kami. Saya bekerja dan berjuang dengan suami tanpa lelah, tapi orang lain tinggal menadahkan tangan.

Saya sering merasa capek, jengkel dan jenuh dimintai bantuan terus menerus. Sudah saya bilang kepada mereka, saya hanya bisa bantu sementara saja, jadi tolong usaha bantu diri sendiri juga.

Entah mengapa, mereka hanya minta bantuan kepada kami, tidak kepada orang lain. Kebetulan saya juga membantu finansial orangtua kami, karena kakak-kakak saya sudah tidak bisa membantu.

Saya kadang merasa dimanfaatkan oleh kakak-kakak sendiri. Kalau saya mengeluh kepada orangtua, mereka bilang inilah saatnya saya membalas kebaikan kakak-kakak saya, kerena merekalah dulu yang membiayai saya saat kuliah.

Memang ada benarnya, ketika saya kuliah ketiga saya itu yang patungan membiayai kuliah saya, karena ayah saya sudah pensiun dan uang pensiunnya sangat kecil. Jadi untuk biaya kuliah, ujian hingga skirpsi dibantu bergantian oleh mereka. Waktu itu mereka semua bekerja dengan penghasilan yang cukup bagus.

Sayangnya begitu pandemi terjadi, satu persatu mereka dirumahkan. Mereka hidup dari uang pesangon yang tidak seberapa, sambil mulai usaha kecil-kecilan. Tapi karena usaha baru mulai, jadi kadang penghasilan tidak mencukupi. Akhirnya mereka meminta bantuan kepada saya.

Kadang-kadang permintaan mereka saya kabulkan, tapi kadang saya diamkan saja. Karena saya tidak mau jadi tumpuan harapan mereka terus menerus.

Apa yang harus saya lakukan untuk keluar dari situasi ini? Saya tidak ingin terus menerus diganggu oleh permintaan mereka.

Mohon saran. Terimakasih.

Adrianty - Kudus

SARAN:Sungguh beruntung Anda dalam konsisi yang sulit seperti sekarang ini, masih tetap bekerja, berarti memiliki penghasilan tetap, sekaligus memiliki usaha yang lancar dengan penghasilan yang memadai.

Bahwa Anda kini jadi tumpuan harapan kakak-kakak Anda dan keluarganya, sebetulnya itu hal yang amat membanggakan. Mereka meminta bantuan kepada Anda, karena mereka tahu pasti kondisi Anda memungkinkan untuk membantu.

Namun rupanya Anda merasa terganggu dan belum memahami kondisi Anda saat ini. Ketahuilah bahwa kondisi Anda saat ini pernah dialami oleh kakak-kakak Anda itu. Mereka memiliki penghasilan yang memadai dan dengan senang hati mereka membantu membiayai kuliah adiknya.

Tidak Anda sebutkan bahwa dulu mereka merasa berkeberatan membantu Anda. Mereka kompak patungan membantu membiayai kuliah Anda sampai selesai. Dan berkat bantuan mereka Anda bisa bekerja dan memiliki penghasilan yang lumayan.

Benar sekali kata orangtua Anda, inilah saatnya Anda membalas kebaikan ketiga kakak-kakak Anda. Dulu tangan mereka di atas dan tangan Anda di bawah. Mereka yang memberi bantuan dan Anda menerima bantuan.

Dunia berputar. Sekarang posisi mereka berubah, tangan mereka di bawah dan tangan Anda di atas. Lalu mengapa Anda mengeluh? 

Posisi Anda adalah posisi dambaan semua orang. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin posisi tangannya di bawah. Tapi kadang kondisi memaksa mereka harus menerima kenyataan pahit itu.

Coba belajar dari sikap ketiga kakak Anda dulu.  Mereka rela berbagi rezeki kepada Anda, demi kehidupan Anda yang lebih baik. Sekarang mereka meminta bantuan kepada Anda, bukan karena mau memanfaatkan atau mereka pemalas, tapi kondisi mereka sedang di bawah.

Siapa yang akan tahu, dalam waktu yang tidak lama, usaha mereka berhasil dan mereka berhenti minta bantuan kepada Anda? Mungkin bisa jadi, setelah mereka mampu, mereka akan menolak ketika Anda berniat memberi sesuatu kepada mereka. Kesempatan Anda membahagiakan mereka pun hilang.

Saran kami, syukuri, nikmati dan manfaat kesempatan Anda membantu orang, terutama kepada ketiga kakak Anda itu.

Sisihkan berapa persen dari penghasilan Anda untuk berbagi, masukkan dalam rekening khusus.

Setiap kali mereka atau keluarga lain ataupun siapa pun minta bantuan, ambil dari rekening tersebut. 

Berikan bantuan dengan iklas. Karena ketika Anda memberi bantuan kepada orang lain, sesungguhnya Anda sedang membantu diri sendiri.***

Foto: Unsplash

#memberibantuan

#menolongkeluarga

#tumpuankeluarga

#tangandiatas

#tangandibawah

#menolong

#membantu


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *